“Kami melihat kebutuhan nyata mahasiswa terhadap transportasi dalam kampus. Karena itu, kami menghadirkan solusi mobilitas yang bisa digunakan bersama, tanpa harus dimiliki secara pribadi. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus,” ujar Vicki.

Pada tahap awal, sebanyak 600 unit sepeda listrik disebar di 32 titik parkir yang menjangkau seluruh unit kerja di area kampus.

Ke depan, jumlah armada ditargetkan meningkat hingga 5.000–6.000 unit dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Pengembangan tersebut akan diiringi dengan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk rencana gedung parkir terintegrasi guna menata sistem perparkiran kampus agar lebih tertib, rapi, dan modern.

Program Wesgo Unhas juga diarahkan untuk mendukung peningkatan standar UI GreenMetric serta penguatan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam tata kelola perguruan tinggi.

Dari sisi teknologi, layanan Wesgo Unhas didukung empat fitur utama. Pertama, Real-time Battery Update yang memberikan laporan status baterai otomatis setiap 10 detik melalui aplikasi.

Kedua, Global Positioning System (GPS) berbasis satelit Beidou dengan akurasi tinggi untuk pelacakan posisi sepeda.

Ketiga, sistem verifikasi dan tracing guna menjamin keamanan pengguna melalui verifikasi identitas serta fasilitas pelacakan perjalanan.

Keempat, Smart Parking Management untuk menjaga ketertiban, estetika, dan keteraturan area kampus.

Sivitas akademika dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi dengan tarif Rp980 per menit, menjadikannya alternatif transportasi kampus yang inklusif dan ekonomis.

Inisiatif tersebut disambut antusias oleh mahasiswa dan dosen sebagai pilihan transportasi yang praktis, modern, serta ramah lingkungan.

Dengan integrasi teknologi dan dukungan kebijakan kampus, Wesgo Unhas diproyeksikan menjadi penguatan penting dalam mewujudkan ekosistem kampus bebas emisi sekaligus menempatkan Unhas sebagai pelopor Green Campus di Indonesia Timur. (*)

YouTube player