Berkunjung ke Unhas, Komisi Nasional Disabilitas Perkuat Implementasi Kampus Inklusif
“Kami ingin mendalami peran Pusat Disabilitas dalam mendukung proses pembelajaran. KND memberikan penguatan dan pemahaman, sekaligus mendorong inovasi teknologi pendukung, seperti fasilitas akses dan sarana pembelajaran, agar mahasiswa difabel dapat belajar secara mandiri dan dosen juga lebih terbantu,” ungkap Eka.
Dari sisi kebijakan institusi, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan pembangunan Pusat Disabilitas merupakan bagian dari langkah strategis universitas dalam memperluas pemahaman terhadap isu disabilitas di lingkungan kampus.
“Kami membangun Pusdis agar universitas lebih memahami dimensi disabilitas dalam berbagai aspek, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih profesional. Universitas harus menjadi contoh yang baik dalam proses pendidikan, pelayanan, dan pengembangan sumber daya manusia yang inklusif,” tegasnya.
Menurut Jamaluddin, Pusdis Unhas yang kini memasuki tahun ketiga masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan fasilitas akses di berbagai fakultas. Ia menilai tantangan terbesar masih berada pada penyediaan sarana pendukung di gedung bertingkat yang memerlukan penyesuaian infrastruktur.
Ke depan, Unhas menargetkan penguatan kolaborasi lintas fakultas untuk mendukung pengembangan teknologi yang ramah disabilitas. Salah satu potensi kolaborasi yang didorong adalah bersama Fakultas Teknik guna menciptakan inovasi alat bantu pembelajaran serta fasilitas akses yang lebih modern.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kampus inklusif sekaligus memastikan mahasiswa difabel memperoleh kesempatan pendidikan yang setara, mandiri, dan berdaya saing. (*)








Tinggalkan Balasan