Kalla Institute Dorong Kolaborasi Riset Global Lewat Konferensi Internasional ICTISB 2025
RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Kalla Institute mengawali tahun 2026 dengan menggelar International Conference on Technology Innovation and Sustainable Business (ICTISB) 2025 sebagai upaya memperkuat kolaborasi riset lintas negara serta mendorong publikasi ilmiah di bidang inovasi teknologi dan bisnis berkelanjutan. Konferensi internasional ini diselenggarakan secara daring pada Selasa (7/1/2026).
Mengusung tema “Technology Innovation and Sustainable Business: Merging Digitalization with Environmental Responsibility”, ICTISB 2025 diikuti sebanyak 190 peserta yang terdiri atas akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi industri dari dalam maupun luar negeri.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Call for Paper sebagai wadah pertukaran gagasan serta pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat.
Rektor Kalla Institute, Syamril, menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi internasional ini menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring serta memperkuat kolaborasi global di bidang akademik dan industri.
“Konferensi ini diharapkan dapat melahirkan ide baru, kolaborasi baru, dan ilmu baru bagi dosen, mahasiswa, serta praktisi. Kolaborasi lintas negara ini penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga masyarakat global,” ujarnya.
ICTISB 2025 menghadirkan lima pembicara nasional dan internasional yang memiliki kompetensi di bidang inovasi teknologi dan keberlanjutan.
Para pembicara tersebut antara lain Dr. Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi dari Vietnam National University, Hanoi; Dr. Isma Addi Jumbri dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka; Dr. Syamsul Rijal selaku Vice Rector for Finance and Human Capital Kalla Institute; serta Anup P. Mahajan sebagai Regional Public Engagement Specialist U.S. Embassy Jakarta.
Pada sesi awal, Dr. Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi menekankan pentingnya penerapan tiga pilar utama dalam organisasi dan institusi pendidikan, yakni Environmental, Social, and Governance (ESG), Education for Sustainable Development (ESD), serta Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).
Ketiga aspek tersebut dinilai krusial dalam mendorong pengelolaan dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan, serta terciptanya lingkungan yang adil dan inklusif.
Sementara itu, Dr. Isma Addi Jumbri menyoroti pentingnya integrasi dunia industri ke dalam lingkungan kampus melalui pendekatan Bringing Industry to Campus. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman praktis sejak dini agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
“Kampus harus menghadirkan kurikulum berbasis praktik, dosen praktisi, riset terapan, hingga proyek bisnis nyata agar lulusan memiliki keterampilan dan pola pikir profesional,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Dr. Syamsul Rijal memaparkan materi berjudul “Innovation from the East of ASEAN Bridging Legacy & Future: Operationalizing Sustainability in Eastern Indonesia”. Ia menjelaskan peran Indonesia, khususnya Kalla Institute, dalam ASEAN Growth Triangle sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.
Komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, lanjutnya, telah menjadi agenda utama Kalla Institute sejak awal berdiri, mulai dari pengurangan penggunaan energi, plastik, dan kertas, hingga penguatan program magang industri, kehadiran dosen praktisi, inkubator bisnis, serta riset terapan dan proyek kolaboratif.
Seluruh upaya tersebut didukung oleh ekosistem KALLA dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi di dunia industri maupun sebagai wirausaha.
Pada sesi penutup, Anup P. Mahajan memaparkan manfaat program American Corner sebagai ruang pembelajaran baru yang mendorong dialog lintas budaya, pertukaran pengetahuan, serta penguatan hubungan people to people antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selain mengikuti rangkaian konferensi, peserta juga terlibat dalam proses pengumpulan makalah ilmiah yang dilakukan secara daring sejak 29 September hingga 1 Desember 2025.
Dari proses tersebut, sebanyak 41 makalah terpilih dipresentasikan dalam sesi paralel dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan ICTISB 2025, Kalla Institute menegaskan komitmennya untuk menjadikan konferensi ini sebagai agenda tahunan berskala global, sekaligus kontribusi nyata dunia akademik dalam mendorong inovasi teknologi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan. (*)








Tinggalkan Balasan