Ia menilai kehadiran pusat studi tersebut dapat menjadi ruang yang mempertemukan pengembangan akademik dengan nilai-nilai spiritual yang seimbang.

“Unhas tidak boleh hanya menjadi ruang akademik semata, tetapi juga menjadi rumah yang membangun keseimbangan antara ilmu dunia dan nilai-nilai akhirat. Karena itu kami menghadirkan pusat ini sebagai ruang kolaborasi keduanya,” tegas Prof. JJ.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pusat kajian tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan rapat koordinasi para dekan yang direncanakan berlangsung setiap hari Jumat.

Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan kajian bahasa Arab sebagai bagian dari penguatan literasi keislaman di lingkungan kampus.

Prof. JJ berharap kehadiran Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah ini dapat menjadi langkah awal bagi sivitas akademika Unhas untuk memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga riset di kawasan Timur Tengah.

Dengan adanya pusat studi ini, Unhas optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional sekaligus mengembangkan kajian strategis yang relevan dengan dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. (*)

YouTube player