BEM Vokasi Unhas Gelar VOCATION Chapter 4, Perkuat Kepemimpinan dan Solidaritas 453 Mahasiswa
RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Visionary Orientation and Capability Training of Organization (VOCATION) Chapter 4 sebagai bagian dari proses kaderisasi mahasiswa.
Kegiatan bertema “Membentuk Kader Progresif, Berintegritas dan Berdaya Saing, serta Menanamkan Nilai-Nilai Solidaritas” ini berlangsung di Hutan Pendidikan Unhas, Kabupaten Maros, mulai Selasa (10/2/2026).
Sebanyak 453 mahasiswa dari 13 program studi di lingkungan Fakultas Vokasi Unhas mengikuti kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (12/2).
Program ini dirancang untuk membangun karakter mahasiswa vokasi yang adaptif terhadap tantangan masa depan sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kerja kolektif.
Ketua Panitia, Reyhan, menjelaskan bahwa VOCATION Chapter 4 merupakan tahapan kaderisasi yang menitikberatkan pada pemahaman organisasi dan pembentukan jiwa kolektif mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam menyiapkan generasi mahasiswa yang mampu bekerja sama, berpikir strategis, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam setiap peran yang dijalankan.
Presiden BEM Fakultas Vokasi Unhas, Dinul Yusrah Pebriawan, menegaskan bahwa VOCATION merupakan salah satu program unggulan organisasi dalam mencetak kader yang progresif dan berdaya saing.
“Program ini dirancang agar proses kaderisasi berjalan sistematis serta selaras dengan visi Fakultas Vokasi dan Universitas Hasanuddin,” jelas Dinul.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Dr. Ida Leida M., SKM., MKM., MScPH. Dalam sambutannya, Prof Ida menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan dan pembentukan karakter.
Dirinya mengharapkan mahasiswa vokasi mampu meningkatkan kapasitas diri melalui pengalaman organisasi yang terarah dan berkelanjutan.
“Kegiatan kemahasiswaan dinilai sebagai sarana strategis untuk menumbuhkan kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika sosial serta kebutuhan pembangunan,” jelas Prof Ida.


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan