Asmo Sulsel Gandeng Polres Gowa dan Jasa Raharja Edukasi Safety Riding Pelajar SMAN 2 Sungguminasa
RAKYAT.NEWS, GOWA – Upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di kalangan usia pelajar terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) berkolaborasi dengan Polres Gowa melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) serta Jasa Raharja menggelar kegiatan edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bagi siswa SMAN 2 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (28/1/2025).
Kegiatan edukasi tersebut diikuti sekitar 40 pelajar dan menjadi bagian dari program pembinaan keselamatan lalu lintas yang menyasar kelompok usia muda, yang selama ini masih menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap risiko kecelakaan di jalan raya.
Melalui kolaborasi ini, ketiga institusi menghadirkan pendekatan edukasi terpadu dari sisi hukum, perlindungan, hingga teknik berkendara yang aman.
Dalam sesi pertama, Polres Gowa memberikan materi terkait pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Para siswa dibekali pemahaman tentang konsekuensi pelanggaran, mulai dari tidak menggunakan helm, melanggar rambu, hingga berkendara tanpa kelengkapan administrasi, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Selanjutnya, Jasa Raharja menyampaikan edukasi mengenai perlindungan asuransi kecelakaan lalu lintas.
Materi ini menekankan bahwa kecelakaan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga memiliki konsekuensi ekonomi bagi keluarga.
Karena itu, pencegahan melalui perilaku berkendara yang aman menjadi langkah utama yang harus dibangun sejak dini.
Asmo Sulsel melalui instruktur safety riding, Wanny, memberikan pembekalan teknis terkait cara berkendara yang benar, faktor penyebab utama kecelakaan, serta pentingnya menjaga kondisi fisik dan fokus saat berkendara.
Ia juga menekankan penggunaan perlengkapan berkendara standar sebagai bentuk perlindungan diri.
“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengemudi, tetapi juga kesadaran, kepatuhan terhadap aturan, dan kebiasaan menggunakan perlengkapan keselamatan yang lengkap. Jika ini dibangun sejak usia pelajar, potensi risiko kecelakaan bisa ditekan secara signifikan,” ujar Wanny di hadapan para peserta.


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan