RAKYAT.NEWS, EDUKASI – Semut api, atau dikenal juga dengan nama semut merah, merupakan salah satu spesies semut yang paling menarik perhatian. Mereka dikenal karena sengatannya yang menyengat dan beterbangan yang sama sekali tidak bisa ditebak. Meskipun begitu, semut api memiliki fakta dan karakteristik yang menarik untuk dipelajari.

Ada banyak spesies semut api yang tersebar di Indonesia. Salah satunya adalah semut api raksasa (Camponotus sp.), spesies yang dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Spesies ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, dengan panjang mencapai 1,5 sentimeter. Mereka biasanya hidup dalam koloni besar dan memiliki sifat agresif yang sangat tinggi. Sengatan semut api raksasa juga terkenal sangat menyakitkan dan dapat meninggalkan rasa gatal yang berkepanjangan.

Selain semut api raksasa, Indonesia juga memiliki spesies semut api lainnya, seperti semut api kuning (Solenopsis geminata) dan semut api jawa (Solenopsis invicta). Semut api kuning dapat ditemui di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Mereka memiliki tubuh yang lebih kecil, dengan panjang sekitar 0,5 sentimeter. Warna tubuhnya yang kuning cerah membuat mereka cukup mudah dikenali. Sementara itu, semut api jawa adalah spesies yang populer di Indonesia. Mereka berasal dari Amerika Serikat, namun telah tersebar luas di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Warna tubuhnya yang coklat membuat mereka mirip dengan semut api kuning, namun semut api jawa memiliki ukuran yang lebih kecil, sekitar 0,4 sentimeter.

Baca Juga: Hidup Harmonis dengan Semut: Persahabatan atau Musuh?

Semut api umumnya hidup dalam koloni yang terdiri dari ribuan hingga jutaan individu. Mereka memiliki struktur sosial yang kompleks, dengan masing-masing individu memiliki peran yang berbeda dalam koloni. Semut api memiliki pekerja yang bertugas mencari makanan, menjaga sarang, dan mengurus larva. Selain itu, mereka juga memiliki anggota koloni yang bertugas sebagai pejuang atau tentara, yang bertugas melindungi koloni dari ancaman luar.