RAKYAT.NEWS, EDUKASI – Ikan sembilang (Plotosus canius) merupakan salah satu ikan air tawar yang populer di Indonesia. Ikan ini memiliki karakteristik unik dalam penampilan dan perilakunya yang menarik perhatian para peneliti dan penggemar ikan. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat ikan sembilang, termasuk karakteristik, habitat, dan peran pentingnya di ekosistem.

Pertama, mari kita lihat karakteristik fisik dari ikan sembilang. Ikan ini memiliki tubuh yang panjang dan ramping dengan warna kulit yang dominan hitam atau abu-abu gelap. Ciri khas yang membedakan ikan sembilang adalah adanya belang-belang kuning atau putih di tubuhnya. Sirip dorsal-nya juga memiliki bagian depan yang lebih tinggi daripada bagian belakang, memberikan bentuk seperti segitiga.

Selain karakteristik fisiknya, perilaku ikan sembilang juga menarik. Ikan ini terkenal sebagai predator yang cerdas dan tangguh. Mereka menggunakan kemampuan penglihatan dan penciuman yang baik untuk mencari mangsa, seperti ikan kecil, udang, dan krustasea lainnya. Ikan sembilang juga memiliki gigi tajam yang membantu mereka dalam proses pemangsaan. Mereka seringkali bersembunyi di dalam terusan atau di antara tumbuhan air untuk menyerang mangsa dengan kejutan.

Sejalan dengan karakteristik yang unik, habitat ikan sembilang juga menarik untuk dipelajari. Mereka banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk di perairan Indonesia. Mereka cenderung hidup di lingkungan perairan air tawar seperti sungai, rawa, dan kolam dengan dasar berlumpur atau berpasir. Ikan sembilang lebih suka tempat-tempat yang terlindung dengan tumbuhan air atau struktur alami seperti batang kayu dan gerumbul bambu.

Peran ikan sembilang dalam ekosistem juga sangat penting. Sebagai predator, ikan sembilang membantu menjaga keseimbangan ekosistem air tawar dengan mengendalikan populasi hewan kecil di perairan. Mereka berperan sebagai penyeimbang alami dengan memangsa hewan-hewan yang berlebihan dan mencegah populasi hama. Selain itu, ikan sembilang juga berkontribusi dalam siklus nutrisi di perairan karena mereka merupakan mangsa bagi hewan lain seperti burung dan penyu laut.