RAKYAT.NEWS, EDUKASI – Pendekatan frekuensi relatif probabilitas adalah salah satu metode yang digunakan dalam statistik untuk menghitung peluang suatu peristiwa berdasarkan jumlah frekuensi kejadian dalam sampel yang dianalisis. Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa semakin sering suatu peristiwa terjadi pada sampel, semakin besar peluang kejadian tersebut terjadi di populasi besar.

Baca Juga : Mengenal Bentonit dan Cara Menggunakannya

Dalam penggunaannya, pendekatan frekuensi relatif probabilitas memerlukan pengambilan sampel yang representatif dari populasi yang ingin diteliti. Sampel tersebut harus memiliki proporsi yang sebanding dengan populasi. Dalam hal ini, semakin besar ukuran sampel yang digunakan, semakin akurat pendekatan peluang yang dihitung.

Proses penghitungan probabilitas menggunakan pendekatan frekuensi relatif probabilitas adalah sebagai berikut: pertama, mengamati jumlah kejadian yang ingin diteliti dalam sampel yang diambil dari populasi. Kemudian, jumlah frekuensi kejadian tersebut dibagi dengan ukuran sampel yang digunakan. Hasil dari pembagian tersebut akan memberikan frekuensi relatif, yaitu proporsi kejadian tersebut dalam sampel. Terakhir, frekuensi relatif dapat digunakan untuk memperkirakan probabilitas kejadian yang ingin diteliti di populasi besar.

Misalnya, dalam menghitung peluang seorang siswa lulus ujian matematika, kita dapat menggunakan pendekatan frekuensi relatif probabilitas dengan mengambil sampel 100 siswa dari populasi sekolah tersebut. Jika dalam sampel tersebut terdapat 60 siswa yang lulus, maka frekuensi relatif kejadian “siswa lulus ujian matematika” adalah 60/100 = 0.6. Dengan kata lain, probabilitas seorang siswa lulus ujian matematika di populasi sekolah tersebut diperkirakan sebesar 0.6.

Pendekatan frekuensi relatif probabilitas memiliki kelebihan dalam kemudahan penggunaannya dan dalam menggambarkan hubungan antara jumlah frekuensi dan peluang suatu kejadian. Namun, metode ini juga memiliki keterbatasan, yaitu tingkat akurasi yang mungkin kurang presisi jika ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Selain itu, metode ini juga tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi peluang suatu kejadian, seperti faktor individu atau situasional.

Baca Juga : Politisi Demokrat Dorong Pemuda Makassar Lebih Kreatif dan Inovatif