RAKYAT.NEWS, EDUKASI – Bumi merupakan planet ketiga dari matahari dengan struktur lapisan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, salah satu lapisan bumi yang paling tebal dan terlihat jelas adalah inti bumi. Lapisan ini memiliki ciri khas tersendiri yang unik dan menarik untuk dipelajari.

Inti bumi merupakan lapisan yang terletak di bagian paling dalam dari bumi yang terdiri dari dua bagian yaitu inti dalam dan inti luar. Inti dalam bumi terbuat dari besi dan sebagian kecil nikel dengan suhu mencapai 5.500°C. Inti ini merupakan benda padat karena suhu yang sangat tinggi menyebabkan semuanya cairan. Sementara inti luar bumi terdiri dari besi, nikel, dan sedikit belerang serta oksigen. Inti ini bersifat cair dan bergerak karena derasnya konveksi yang terjadi. Suhunya mencapai 4.000°C mencapai 5.000°C, lebih rendah daripada inti dalam.

Dalam kaitannya dengan lingkungan kita sehari-hari, inti bumi tidak hanya menjadi fokus bagi para ilmuwan atau peneliti dari bidang geologi dan meteorologi untuk mempelajari waktu sejarah terbentuknya planet bumi. Namun, inti ini juga dipercaya menjadi sumber dari medan magnet bumi. Adanya medan magnet bumi menjaga atmosfer bumi dari terpaan angin matahari yang membahayakan bagi kehidupan makhluk hidup. Selain itu, inti bumi juga berperan penting dalam gerakan tektonik yang menyebabkan terjadinya gempa bumi dan vulkanisme. Semua ini terjadi karena pergerakan cairan yang terjadi di inti bumi berpengaruh pada pergerakan lempeng tektonik.

Untuk mempelajari inti bumi, peneliti melakukan berbagai teknik dan metode yang meliputi pengukuran satelit, pengeboran, pengamatan dan analisis data dari seismik, metalurgi, dan astrofisis. Pertama kali pengukuran inti bumi dilakukan pada tahun 1936 oleh geofisikawan Inggris, Harold Jeffreys dengan menghitung jenis gelombang gelombang seismik yang melewati dalam dan keluar dari inti bumi.