RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Kalla Institute terus mendorong lahirnya talenta muda yang unggul dan berdaya saing dengan menggelar kuliah umum bertemakan “Future-Ready Talent: Siapkan Diri Berkarir di Industri Teknologi”.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 6 Office Building Nipah Park, Kamis (27/11/2025) ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat soft skill, kesiapan karier, dan pengembangan diri mahasiswa agar siap bersaing di industri masa depan.

Kuliah umum ini menghadirkan Ketua PMSM Indonesia 2025–2028 sekaligus Chief People Officer Tiket.com, Dudi Arisandi, sebagai pembicara utama.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Dudi menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi sebagai fondasi memasuki dunia kerja yang berubah semakin cepat.

“Dunia berubah sangat cepat, tetapi kemampuan untuk beradaptasi akan membawa kita melangkah lebih jauh. Berani mempelajari hal baru dan memperdalam keilmuan bisa memperbesar peluang diterima di dunia kerja mana pun,” ujarnya.

Dudi juga mengungkap realitas industri teknologi yang menuntut kesiapan mental, integritas, serta kemampuan bekerja dalam ekosistem kolaboratif.

Menurutnya, keterampilan seperti komunikasi efektif, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian mencoba hal baru menjadi nilai tambah yang semakin dicari perusahaan.

Tak hanya itu, Dudi mendorong mahasiswa untuk membangun citra profesional secara digital melalui platform seperti LinkedIn dan Instagram. Ia menyampaikan bahwa personal branding yang konsisten dan berbasis nilai dapat membuka peluang jaringan maupun karier yang lebih luas di masa depan.

Mahasiswa Kalla Institute, Afdal, yang hadir sebagai peserta sekaligus alumni program magang KALLA, membenarkan urgensi membangun identitas profesional sejak dini.

“Saat ini saya fokus membangun citra diri di Instagram, membagikan pengalaman magang dan informasi positif tentang kegiatan saya,” ungkapnya.

Selain penguatan soft skill, kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja turut diperkuat melalui program fast track karier di KALLA.

Program ini telah melahirkan lulusan yang terserap langsung ke dunia profesional, termasuk lulusan terbaik yang diterima sebagai staf IT Kalla Institute bahkan sebelum menuntaskan studinya.

Dukungan kampus terhadap mahasiswa juga diwujudkan melalui inkubator bisnis yang melahirkan sejumlah brand mahasiswa dan alumni. Beberapa di antaranya yakni Lunette Scarves, Realistisz, Logical, Nakara, serta usaha F&B seperti Tuan Tuna, Es Buah Segar, Jalangkote 189, Karts Coffee, dan Dare Coffee.

Melalui berbagai program tersebut, Kalla Institute berharap dapat membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

Kegiatan kuliah umum ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun kesiapan diri, serta menumbuhkan semangat berdaya saing di dunia kerja berbasis teknologi. (*)